[Puisi] SESAL

07.39


Duduk termenung di dalam beku
Memandang angan yang kelabu
Yang mengoyak di dalam bisu


Menunduk dalam hati yang suram
Bergejolak bagai perang pedang
Diselimuti kabut hitam legam

Inilah sesalku
Yan tak kunjung berlalu
Dan selalu menghantui
Disetiap sudut kalbu

Mengapa sesal datang terakhir
Dan tak pernah terpikir
Sakitnya hati yang terukir

Aku sudah lupa puisi ini aku buat untuk penyesalan apa, tapi rasanya waktu aku buat ini jiwa ku benar-benar merasakan penyesalan yang sangat mengganggu, makanya aku menulisnya dalam puisi.
Tanpa dijelaskan artinya puisi ini secara gamblang mudah dimengerti ya, karena bahasa tersiratnya tidak begitu banyak. Intinya puisi ini menceritakan penyesalan yang dalam karena perbuatan di masa silam.


You Might Also Like

0 komentar

Instagram