Ternyata Ibu lah yang Paling Berbahaya

01.42


Di hari ibu ini tak ada satu kata pun yang tidak berisi tentang bagaimana kebaikan seorang ibu, dan betapa sosok ibu layaknya malaikat yang ada di bumi, mempunyai kasih sayang yang tak terbatas untuk anak-anaknya.Ibu memang tak pernah tercela karena perjuangannnya sungguh luar biasa. 

Namun di sisi lain, peran ibu bak mata uang, Ibu tidak hanya jadi malaikat bagi anaknya, tapi dia juga bisa menjadi seseorang yang membahayakan anaknya. Setelah menjadi ibu bagi dua anak yang masih batita, aku punya pandangan dari sudut berbeda. Walaupun pandanganku agak kontroversial, tapi menurutku seperti itulah kenyataannya. Ibu adalah sosok yang lebih berbahaya bagi anaknya, daripada yang lainnya.

Mengapa demikian ?

Waktu itu aku mengalami baby blues ringan,  terkadang menangis tanpa sebab, merasa sendirian, merasa segala sesuatu yang terjadi adalah hal yang sangat berat. Sehingga aku pun hampir tak memperdulikan bagaimana keadaanku sendiri. Aku tak merawat tubuhku sebagaimana biasanya, ya hampir semua ibu sulit mendapatkan “ me time” yang baik ketika sudah punya anak, apalagi anak bayi. Mau mandi saja rasanya takut kalau nanti anak nangis sehingga mandinya pun mandi ala bebek, secepat kilat, dan hal lain seperti menggunting kuku, tapi karena saking terlalu fokus pada anak, aku pun melupakan hal, yang pada akhirnya aku sadari, sangatlah penting.

Ketika aku sedang menyusui, aku ingin mengganti posisi menyusui dari yang sebelah kanan, menjadi sebelah kiri, dan tanpa sengaja kuku ku mengenai pelipisnya ketika aku berusaha mengangkat kepalanya, anak ku langsung menangis histeris. Aku pun kaget, kuku ku tak begitu panjang, aku belum sadar ternyata dia menangis karena goresan kuku tajamku. Aku berusaha menenangkannya, setalah aku sadar bahwa yang melukainya adalah aku ibunya sendiri, aku pun sangat sedih. Hanya karena anggapanku bahwa kuku ku belum cukup panjang untuk dipotong, anak ku jadi terluka.

Selain kuku ada hal lain yang terkadang membuat anak ku terluka tanpa ku sadari. Yang paling sering ketika memandikannya. Terkadang dia terpeleset hanya karena aku lepas pegangan ku untuk mengambil sabun. Dan itu tak hanya sekali dua kali, dari sinilah aku mulai mengoreksi diri, bahwa ternyata seseorang yang harusnya dikhawatirkan bukan orang lain, melainkan ibunya sendiri.

Aku pun punya cerita lain yang membuatku sangat terpukul dan sangat sedih. Dia adalah teman seperjuangan ku ketika kita melahirkan di hari yang sama, kami mengobrol dan saling berbagi cerita. Katanya ini adalah anaknya yang keempat, tapi ini adalah anak perempuan pertamanya. Begitu bahagianya dia menanti kelahiran anaknya ini. Tapi dia mempunyai kekurangan, pendengarannya agak terganggu, jadi aku harus berbicara dengan keras agar dia mendengarnya.

Setelah kami berpisah, suatu hari kami dipertemukan kembali untuk kontrol kesehatan bayi. Waktu itu dia tak menggendong bayinya, aku berfikiran bahwa bayinya di bawa suaminya. Spontan aku langsung tanya di mana bayinya. Dia diam dan kesedihan yang nampak di wajahnya. Dia lalu menunjukkan handphonenya dan memperlihatkan padaku foto-foto anaknya. Dia bilang baru seminggu kemarin anakku meninggal. 

Apa ? aku berteriak dalam diam, aku hanya berkata, "memangnya sakit apa?"  Dia menjawab dengan jawaban yang membuat aku shock, dan menguatkan hipotesis ku sebelumnya, bahwa ibu adalah seseorang yang paling berbahaya. Bayinya meninggal ketika dia sedang menyusuinya, karena pendengarannya kurang, dia tidak sadar dan tidak mendengar kalau bayinya sulit bernapas ketika hidungnya tertutup payudaranya, dan waktu itu dia sedang tidur. 

Sangat menyedihkan buatku, apalagi untuknya, anaknya meninggal didekapannya sendiri, penyesalan yang sangat dalam. Tapi semua memang sudah takdir, bayi cantik itu memang sudah waktunya untuk bertemu sang pencipta, dan dia pasti bahagia disisinya, dia akan menunggu ibunya dan mengajaknya berjalan di surga nantinya.

Tidak hanya itu saja, bahayanya seorang ibu bisa muncul karena ucapannya. Kita semua tahu bahwa ucapan ibu adalah doa, banyak sekali kejadian yang bisa terjadi seketika saat ibu mengucapkan sesuatu ketika dia marah pada anak. Dalam sebuah hadist juga dijelaskan, bahwa siksa yang tidak akan ditunda atau diakhirkan, adalah siksa Allah kepada anak yang durhaka. Siksa itu bisa langsung didapatkan ketika di dunia.

Inilah bahayanya seorang ibu, jika ibu tak bisa menahan amarah, dan hanya memetingkan egonya, sehingga membuatnya mengatakan umpatan-umpatan jelek kepada anaknya, maka itulah yang akan terjadi pada sang anak. Sangat berbahaya bukan, bahkan Allah menempatkan dosa anak yang durhaka, di urutan dosa yang termasuk dosa besar, dan besar pula hukumannya.

Terkadang seorang ibu memang manusia biasa, punya rasa kecewa dan rasa jengkel. Ketika ibu dan ayah bertengkar, waktu itu ibu tak bisa berkata apa-apa, hanya bisa menahan semua kejengkelan dan kekecewaan yang dirasakan. Tapi jika ibu tidak mendekatkan diri kepada Allah, maka lama-lama rasa jengkel itu pun menumpuk, bagaikan gunung yang hampir meletus, semua amarahnya dan rasa kecewa dipendam dalam lava, ketika waktu meletus tiba, dan ternyata anak ada disana, anak pun jadi korban pelampiasan ibu, entah itu dipukul, dicaci, dicubit, dibentak, dan hal lain yang melukai perasaan anak, melukai jiwanya dan melukai mentalnya, dan parahnya ibu tak sadar melakukan semua itu, ibu tak sadar bahwa dialah yang paling bertanggung jawab atas luka yang dia goreskan di hati anaknya. Itulah ibu, seseorang paling berbahaya diantara semua.

Aku dan para ibu, sangat perlu untuk koreksi diri. Se-berbahaya apakah kita untuk anak kita sendiri. Seberapa dekatkah kita dengan Allah, karena hanya dengan mendekat kepada Allah, semua amarah, dengki, iri dan penyakit hati lainnya, akan menghilang dengan sendirinya. Dengan menghilangnya semua penyakit hati, hati kita jadi bersih dan sehat, sehingga kita bisa mendidik anak dengan sehat pula.
Seorang ibu harus menjadi alim, agar ia bisa mendidik anaknya menjadi seorang yang berilmu
Seorang ibu harus menjadi mandiri, agar ia bisa mendidik anaknya menjadi mandiri.
Seorang ibu harus mempunyai akhlaq yang baik, agar ia bisa mendidik anaknya menjadi berakhlaq.
Karena ibulah kunci pembentuk bangsa, karena dari tangannya lah lahir seseorang yang tangguh, berani mengambil keputusan dan jujur. Karena ibulah kunci majunya sebuah negara.

Dari pemaparanku diatas aku ingin merangkumnya, inilah beberapa hal berbahayanya seorang ibu ;

  1.   Sekecil apapun bagian tubuh ibu, akan menjadi bahaya bagi anak jika tidak disadari. Kuku, rambut, tangan dan bagian lainnya. 
  2. Ucapan ibu adalah doa. Jaga amarah, berlatih sabar, karena sabar itu tiada batasnya.   
  3. Ibulah pendidik akhlaq anak, jika sampai ibu  salah menstimulasi anak dari kecil, maka dampak akan terasa di hari kemudian, ketika anak sudah dewasa. 
 Untuk itulah aku mengajak para ibu untuk berhati-hati disetiap apa yang kita lakukan kepada anak, selalu dekat dengan Tuhan, mendoakan yang terbaik, dan memberikan stimulasi sesuai tumbuh kembangnya.

  

You Might Also Like

6 komentar

Instagram